Ukir Prestasi di tengah Pandemi



Ukir Prestasi di tengah Pandemi

Cuaca cerah senada dengan wajah-wajah sumringah pada pagi itu, Kamis (09/07). Berjas dan berdasi layaknya pejabat tinggi, berjubah dan bercadar perlambang muslimah sejati. Pancaran kebahagiaan menyinari hati mereka yang penuh semangat karena mereka akan mendapat hasil memuaskan dari perjuangan mereka selama ini. Ya, merekalah wisudawan-wisudawati Pondok Pesantren Nurul Islam yang tengah mengikuti Muwadaah dan Wisuda Al-Qur’an, Arbain Nawawi, Nadhom Imrithi dan Nadhom Alfiyah Ibnu Malik.

Acara ini diikuti oleh 115 santri kelas XII Madrasah Aliyah dan SMK-UBP Nurul Islam beserta 32 santri berprestasi yang telah mampu menghafal Al-Qur’an 10 Juz-20 Juz-30 Juz, Kitab Arbain Nawawi, Nadhom Imrithi dan Nadhom Alfiyah Ibnu Malik.

Mematahkan anggapan bahwa kolaborasi antara pendidikan formal dan pendidikan salafiyah sulit bahkan mustahil tercapai, Pondok Pesantren Nurul Islam dengan bangga mewisuda 5 santri dengan prestasi luar biasa, yaitu M. Rizki Habibullah, X-MIPA TA 3, telah menghafal seluruh hadist Arbain Nawawi dan 254 bait Nadhom Imrithi. Hebatnya lagi, meski belum mempelajari Alfiyah Ibnu Malik, tetapi Rizki mampu menghafal 700 bait dari nadhom fan Nahwu tingkat akhir tersebut. Kemudian disusul  Nur Afidah Khoiriyah, X MIPA T ( Al-Qur’an 30 Juz), Laili Nurrokhmah, X MIPA T (Al-Qur’an 20 Juz), Hana Khanifah, X MIPA T ( Al-Qur’an 20 Juz) dan Eka Elistianah, VIII-A Tahfidh (Al-Qur’an 20 Juz). Hal ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Islam mampu mengolaborasikan antara pendidikan formal dengan pendidikan salaf khas pesantren.

Acara berlanjut menuju proses Muwadaah santri tingkat akhir. Diawali sambutan dari perwakilan wali santri, kemudian sambutan dari Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho Nurul Islam, Ust. H. Abdul Kafi, S.Pd.I, M.Pd.I, lalu mauidhoh hasanah dari pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nurul Islam,  Almukarrom Syaikhuna Dr. K.H. Ahmad Siddiq, S.E., MM.Beliau menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan, baik di pesantren maupun luar pesantren kepada santriwan-santriwati tingkat akhir yang boyong. Beliau tidak ingin santri-santrinya-yang beliau sayangi dan anggap sebagai anak sendiri- hancur kehidupannya akibat salah langkah. Selanjutnya, proses pengalungan medali secara simbolis kepada para santri tingkat akhir oleh Pengasuh, Kepala MDTW dan para Waka.

Sebagai bagian dari umat Islam Indonesia, para santri Pondok Pesantren Nurul Islam tak henti-hentinya menunjukkan inovasi dan kreasi dari waktu ke waktu, juga tak mau kalah dari pesantren-pesantren lain yang telah ada lebih dulu. Peringatan Muwadaah dan Wisuda Santri Berprestasi membuktikan hal itu. Semoga, prestasi yang telah diraih oleh mereka bisa bermanfaat bagi umat dan Pondok Pesantren Nurul Islam tetap istiqamah mendidik dan mencetak kader-kader pejuang agama ini yang ya’lu wa la yu’la alaih, mulia dan tak ada yang bisa membandingi kemuliaannya.


One thought on “Ukir Prestasi di tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *